Uni Afrika Kecam Serangan BOM yang Tewaskan 32 Orang di Somalia

Veridial
05 August 2024 11:50 WIB

 

Sender.co.id - Ketua Uni Afrika (AU) Moussa Faki Mahamat mengecam keras serangan teror yang mengerikan di pantai Liido, Somalia. Melalui sebuah pernyataan di platform X, Mahamat terkejut mendengar kabar tersebut.

 

 "Saya sangat terkejut mendengar tentang serangan teror yang mengerikan terhadap warga sipil di Pantai Liido, Mogadishu. Saya mengutuk serangan ini dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada mereka yang kehilangan orang-orang tercinta. Kami tetap bersolidaritas dengan rakyat dan pemerintah federal Somalia dalam upaya melawan terorisme." Tulis Moussa pada Sabtu (3/8).

 

Pemimpin regional lainnya, termasuk Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed dan Presiden Djibouti Ismail Omar Guelleh, juga mengecam serangan bom bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai lebih dari 63 orang.

 

Perdana Menteri Ethiopia menyatakan bahwa negara tersebut sangat berduka atas korban tewas dan terluka, sementara Guelleh menambahkan bahwa menyerang warga sipil menunjukkan keputusasaan para pelaku.

 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Somalia juga dengan tegas mengecam serangan tersebut. Perwakilan Khusus Sementara Sekretaris Jenderal PBB untuk Somalia, James Swan, menyatakan bahwa Pantai Liido adalah lokasi populer bagi warga Somalia untuk bersantai bersama keluarga dan teman. Menargetkan tempat ini adalah tindakan yang sangat tercela.

 

Pantai Liido dikenal sebagai tempat yang sering dikunjungi oleh warga sipil, pejabat keamanan, dan pebisnis. Kelompok teroris al-Shabaab, yang terkait dengan al-Qaeda, mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.

 

Selain itu, setidaknya tujuh orang tewas dan empat terluka dalam ledakan bom di pinggir jalan yang menghantam sebuah minibus yang membawa penumpang sipil menuju Jowhar, ibu kota administratif negara bagian Hirshabele. Insiden ini adalah serangan kedua dalam waktu kurang dari 24 jam di Somalia, yang telah lama menghadapi ketidakamanan. Ancaman utama datang dari kelompok teroris al-Shabaab dan Daesh/ISIS.

 

Sejak tahun 2007, al-Shabaab telah berperang melawan pemerintah Somalia dan Misi Transisi Uni Afrika di Somalia (ATMIS), yang merupakan misi multidimensional yang diotorisasi oleh AU dan didukung oleh Dewan Keamanan PBB. Kelompok teroris ini semakin sering melakukan serangan sejak Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud menyatakan perang total terhadap mereka. (DY)

 

Sc: Mediaindonesia

Tag

Bom

Komentar