Latihan angkatan laut yang dilakukan oleh Rusia dan China. (DOK: Kementerian Pertahanan Rusia)
Sender.co.id - Presiden Vladimir Putin mengumumkan bahwa Rusia telah memulai latihan angkatan laut terbesar dalam sejarah kontemporernya. Latihan yang dinamakan ‘Ocean-2024’ dimulai pada Selasa (10/9/2024) dan akan dilaksanakan secara bersamaan di Samudra Pasifik, Arktik, serta Laut Mediterania, Laut Kaspia, dan Laut Baltik.
“Tujuan dari latihan ini adalah untuk menilai kesiapan tempur Angkatan Laut dan Angkatan Udara Rusia serta memeriksa interoperabilitas mereka,” ujar Putin dalam sambutannya melalui video. Latihan ini melibatkan lebih dari 400 kapal perang, kapal selam, dan kapal pendukung, sekitar 120 pesawat terbang, serta lebih dari 90.000 personel.
“Latihan ini akan mencakup operasi kompleks dengan simulasi peluncuran senjata presisi tinggi,” tambah Putin dalam pertemuan yang juga dihadiri Menteri Pertahanan Andrey Belousov. Putin menyatakan bahwa latihan ini akan memanfaatkan pengalaman yang didapat dari konflik yang sedang berlangsung antara Moskow dan Kiev. Militer China juga turut berpartisipasi dalam latihan ini. “Empat kapal dan 15 pesawat dari Tentara Pembebasan Rakyat telah bergabung dalam latihan,” kata Laksamana Aleksandr Moiseev, Kepala Angkatan Laut Rusia. Putin juga menyebutkan bahwa perwakilan dari 15 negara lainnya diundang sebagai pengamat dalam latihan tersebut.
“Moskow berencana untuk fokus pada penguatan kerja sama militer dengan negara-negara sahabat,” jelas presiden Rusia, menambahkan bahwa kerja sama tersebut sangat penting di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat. Putin menuduh Washington berusaha mempertahankan dominasi militer dan politik globalnya dengan cara apapun, termasuk menggunakan Ukraina untuk mengalahkan Moskow secara strategis dan membangun kehadiran militer di Eropa, Arktik, dan Pasifik dengan dalih "mengekang" Rusia dan China.
Ia juga mencatat bahwa Washington dan sekutunya secara terbuka menyebut rencana mereka untuk menempatkan rudal jarak pendek dan menengah di pulau-pulau Pasifik Barat dan beberapa negara di kawasan tersebut. “AS berusaha mendapatkan keuntungan militer yang signifikan melalui tindakan agresifnya, yang merusak arsitektur keamanan dan keseimbangan kekuatan yang ada,” kata Putin, menambahkan bahwa tindakan tersebut “memicu perlombaan senjata.” Ia menegaskan bahwa Rusia harus siap menghadapi segala kemungkinan dan angkatan bersenjatanya harus memastikan keamanan kedaulatan dan kepentingan nasional Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia telah merilis beberapa video dari latihan Ocean-2024, menampilkan peluncuran rudal jelajah ‘Oniks’ dan ‘Uran’ dari sistem rudal pesisir bergerak ‘Bastion’ dan ‘Bal’. Rudal supersonik Oniks dapat mengenai target hingga jarak 800 kilometer dan melaju hampir tiga kali kecepatan suara. (DY)
Komentar