Rumah Dinas DPR Masih Layak Huni, Lantas Mengapa Dihapus?

Veridial
07 October 2024 14:28 WIB

 

Sender.co.id – Dugaan Direktur Eksekutif Erapol Politik (Erapol) Indonesia, Khafidlul Ulum mengenai adanya ketakutan yang mendera pegawai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di balik kebijakan penghapusan fasilitas rumah dinas bagi anggota untuk periode 2024-2029, seperti tepat.

 

Khafidlul Ulum menduga Kesetjenan DPR tampaknya tidak ingin lagi terjerat masalah korupsi. Sebab belum lama ini Sekjen DPR, Indra Iskandar terjerat korupsi pengadaan sarana kelengkapan jabatan Anggota DPR.

Seakan putar otak, fasilitas rumah dinas kini dialihkan menjadi tunjungan rumah yang akan diberikan kepada 580 anggota DPR setiap bulan.

Dalam praktiknya, rumah dinas juga tidak semuanya dihuni langsung anggota DPR. Banyak rumah jabatan anggota (RJA) justru dihuni staf dan keluarga. Sehingga penggunaannya tidak tepat sasaran.

Dugaan itu diperkuat oleh hasil penelusuran reporter Tirto di rumah dinas anggota dewan di Kalibata pada Senin (7/10/2024). Total rumah anggota dewan di daerah ini sejumlah 500 unit.

 

Rumah dinas anggota DPR di Kalibata itu masing-masing punya luas 191,77 meter persegi. Rumah berlantai satu tersebut dilengkapi enam kamar atau ruangan dan dua kamar mandi.

 

Cat rumah memang sudah kelihatan lusuh dan beberapa plafon rumah di daerah itu sudah mulai mengelupas. Kendati demikian, tidak ada kerusakan parah di rumah-rumah tersebut sehingga masih sangat layak untuk ditempati.

 

Selain itu, kompleks perumahan anggota DPR itu dilengkapi pengamanan yang ketat, serta petugas kebersihan. Salah satu petugas masjid yang ditemui di lokasi berkata bahwa banyak rumah dinas yang dibiarkan kosong oleh para anggota dewan. Sebab, para anggota dewan memilih menempati rumah pribadi mereka.

 

"Karena, memang beliau (para anggota DPR.red) punya rumah sendiri," kata petugas yang enggan disebut namanya.

 

Dia menyebut ada pula rumah dinas yang ditempati oleh anak para anggota dewan. Selain itu, ada juga rumah dinas yang ditempati staf anggota DPR. "Ada satu, dua [kosong]. Banyak yang kosong," ucap dia.

 

Menurut dia, wajar rumah dinas tersebut terlihat rusak karena tak ditempati. Kendati demikian, para petugas tetap melakukan perawatan rumah setiap bulan.

 

"Perawatan ada. Kalau rumah tersebut tidak ada asisten, ya, kesannya gak terawat," tutur dia.

Dia juga menyebut bahwa rumah dinas tersebut kerap dijadikan tempat singgah oleh penghuninya. Itu terjadi ketika para anggota dewan menerima tamu dari luar daerah.

 

"Rumah buat singgah kalau ada tamu dari daerah. Kalau gak, ya, tinggal di rumah sendiri," tutur petugas itu.

 

Secara terpisah, petugas kebersihan bernama Ali juga mengatakan bahwa rumah-rumah dinas di kompleks itu jarang ditempati, bahkan ada yang kosong.  "Ada yang kosong, ada juga yang enggak," kata Ali di lokasi.

 

Ali mengatakan bahwa kompleks rumah dinas DPR tempatnya bekerja itu dilengkapi fasilitas CCTV. Namun, CCTV atau kamera pengawas tak dipasang di setiap unit rumah.

"Ada [CCTV]. Tapi, enggak setiap rumah ada," pungkas Ali. (VE)

 

 

Komentar