Perputaran Uang Program MBG Rp 1,2 Triliun per Hari, Mulai Januari 2025

Veridial
29 October 2024 10:34 WIB

Sender.co.id - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati menjelaskan program makan bergizi gratis baru akan berjalan sepenuhnya pada Januari 2025. Menurutnya, realisasi program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu baru tersedia dalam APBN 2025. 

 

"Anggarannya baru ada untuk tahun depan jadi sesederhana makan bergizi gratis ini dibutuhkan upaya sangat besar," kata wanita yang karib disapa Sara di Gedung DPR, Jakarta, Senin (28/10). 

 

"Jadi harus dilihat dari APBN yang diajukan pemerintah untuk 2025. Yang artinya harus diubah juga dan dengan kabinet baru, harus ada adaptasi yang dilakukan, perubahan yang dilakukan dari APBN yang diajukan untuk 2025," sambungnya.

 

Sara menyatakan, hingga akhir tahun 2024 pemerintah akan terus menyosialisasikan program makan bergizi gratis di sejumlah daerah. 

 

"Kita masih banyak uji coba, sosialisasi, persiapan karena membutuhkan kira-kira 48.000 dapur di seluruh Indonesia dan mungkin harus dilihat lagi dari anggaran mungkin di tahun pertama tidak untuk semuanya," ucap Sara. 

 

Sara mengungkapkan, nantinya penerima makan bergizi gratis ada sekitar 82 juta anak di Indonesia. 

 

"Kita sudah menyampaikan semuanya saat kampanye bahwa tidak langsung 82 juta penerima akan menerima di tahun pertama. Kita harus memastikan anggarannya bisa ditingkatkan terus," ujar Sara. 

 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kabinet Merah Putih untuk keluar dari pemerintahan bila tidak mendukung program makan bergizi gratis. 

 

“Yang tidak mendukung hal ini silakan keluar dari pemerintah yang saya pimpin,” kata Prabowo dalam sidang kabinet paripurna, Rabu (23/10).

 

Prabowo menegaskan, program makan gizi gratis yang diberikan kepada anak-anak sekolah, ibu menyusui dan ibu hamil merupakan kebijakan strategis. 

 

“Saya haqqul yaqin, saya pertaruhkan kepemimpinan saya. Bagi saya makan bergizi untuk anak-anak dan ibu hamil ini adalah strategik,” pungkasnya.

 

Badan Gizi Nasional akan menggelontorkan anggaran senilai Rp 1,2 triliun setiap hari untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan, total belanja harian itu akan dikeluarkan oleh Badan Gizi Nasional bila program makan bergizi sudah beroperasi penuh dengan total kebutuhan anggaran Rp 400 triliun untuk memberikan MBG ke 82,9 juta orang yang terdiri dari anak PAUD, SD, SMP, SMA, Ibu Hamil, dan Balita di seluruh Indonesia.

 

"Kalau ini jalan, Badan Gizi Nasional spending harian Rp 1,2 triliun. Ini uang yang tidak sedikit Rp 1,2 triliun setiap hari badan gizi akan keluarkan untuk investasi SDM masa depan," kata Dadan.

 

Dadan mengatakan, dari total belanja harian senilai Rp 1,2 triliun itu, 75% nya akan penuh digunakan untuk program makan bergizi gratis. Angka senilai Rp 8000 miliar per hari itu merupakan belanja produk-produk pertanian dan peternakan di daerah-daerah sebagai bahan baku dari program makan bergizi gratis yang terdiri dari daging, telur, sayur, serta susu.

 

"Di spending untuk intervensi untuk beli produk-produk pertanian, bahan baku, karena kami masak tiap hari deliver ke ibu hamil, menyusui, untuk dimakan tiap hari. Jadi kami akan spending dalam jumlah uang besar," tegasnya.

 

Dadan menyatakan, belanja itu tentu akan membuat peredaran uang di Indonesia khususnya di daerah semakin banyak dan membuat likuiditas perekonomian akan semakin meningkat. Ujungnya, akan berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

 

"Maka ini uang yang akan beredar di masyarakat. Kelemahan ekonomi Indonesia selama ini kekurangan likuiditas pedesaan dan dengan program Prabowo-Gibran ini likuiditas kita atasi," ungkap Dadan. (VE)

 

Komentar