Menlu Sugiono Beberkan Alasan RI Minat Gabung ke BRICS

Divson
26 October 2024 19:43 WIB

Sender.co.id - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menjelaskan alasan Indonesia berkeinginan bergabung dengan BRICS dalam KTT BRICS Plus yang diadakan di Kazan, Rusia.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia berlandaskan prinsip bebas aktif. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia berkomitmen untuk menjalin hubungan baik dengan semua negara di dunia.

"Bergabungnya Indonesia ke BRICS Bukan berarti kita ikut kubu tertentu, melainkan kita berpartisipasi aktif di semua forum," kata Menlu Sugiono melalui keterangan tertulis, Sabtu (26/10/2024).

Indonesia melihat BRICS sebagai sarana untuk memperkuat kerja sama di antara negara-negara berkembang, atau Global South. "Kami percaya bahwa BRICS bisa menjadi platform yang tepat untuk membahas dan memajukan kepentingan bersama Global South," ungkapnya.

Ia juga mengusulkan beberapa langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi antara BRICS dan Global South. Pertama, menegakkan hak atas pembangunan berkelanjutan, di mana negara-negara berkembang memerlukan ruang kebijakan, sementara negara-negara maju harus memenuhi komitmen mereka.

Kedua, mendukung reformasi sistem multilateral agar lebih inklusif, representatif, dan sesuai dengan realitas saat ini. Institusi internasional perlu diperkuat dan dilengkapi dengan sumber daya yang cukup untuk menjalankan mandatnya.

BRICS merupakan kelompok informal yang awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, yang diinisiasi pada tahun 2006 untuk membahas isu-isu global terkini. Keanggotaannya berkembang pada tahun 2023 dengan bergabungnya Ethiopia, Iran, Mesir, dan Uni Emirat Arab. (DV)

Komentar