Kejadian Unik saat SHI Ngadu ke DPR, Dasco Loudspeaker Telepon Prabowo

Veridial
08 October 2024 15:26 WIB

Sender.co.id - Presiden terpilih Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terkait nasib para hakim yang menuntut kenaikan gaji.

Penegasan itu disampaikan Prabowo saat berbicara melalui sambungan telepon Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang tengah menerima audensi Solidaritas Hakim Indonesia di ruang Komisi III, Selasa, 8 Oktober 2024.

“Saudara-saudara sekalian saya diberitahu oleh Profesor Dasco bahwa ada pertemuan antara saudara-saudara perwakilan dari para hakim dengan pimpinan DPR,” kata Prabowo yang disambut teriakan para hakim.

Prabowo mengaku bertekad untuk memperbaiki kualitas hakim se-Indonesia. 

"Saya berpendapat bahwa yudikatif kita harus sangat kuat,” sambungnya.

Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terkait minimnya kesejahteraan hakim di Indonesia.

Prabowo berjanji untuk memperbaiki kualitas hakim bila resmi dilantik sebagai Presiden RI.

"Kualitas hidupnya harus dijamin supaya para hakim itu sangat mandiri dan bisa menjalankan tugas sebagai hakim dengan sebaik-baiknya,” kata Prabowo yang ditelepon Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di ruang Komisi III, Selasa, 8 Oktober 2024.

“Karena itu dari dulu, saya ingin memperbaiki remunerasi penghasilan para hakim supaya menjadi sangat baik,” sambungnya.

Mendengar janji Prabowo, Solidaritas Hakim Indonesia (SHI) yang ada di ruang Komisi III langsung mengucapkan takbir.

“Allahu Akbar,” teriak para hakim.

Prabowo menegaskan hal ini bukan janji kampanye karena Pilpres telah selesai.

"Jadi saya minta para hakim sabar sebentar. Saya benar-benar akan memperhatikan para hakim,” tutup Prabowo. 

Kedatangan para hakim ke DPR merupakan kelanjutan dari aksi cuti secara massal oleh para hakim. Penegak hukum tersebut menggelar cuti massal pada 7 hingga 11 Oktober 2024.

Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP) menyatakan ada 1.611 hakim yang melakukan cuti massal. 

Direktur LeIP Tanzeil Aziezi menjelaskan aksi cuti massal didorong karena kekecewaan hakim yang tidak mendapatkan kenaikan gaji hakim dalam 12 tahun. (VE)

Komentar