Kecam Premanisme Pembubaran Diskusi, Anies Baswedan: Kebebasan Berpendapat Dilindungi Konstitusi

Divson
29 September 2024 18:15 WIB

Sender.co.id - Anies Baswedan menekankan bahwa kebebasan berpendapat dan berbicara adalah prinsip demokrasi yang dilindungi oleh konstitusi dan harus dihormati.

Pernyataan ini disampaikan Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan melalui akun X @aniesbaswedan sebagai respons terhadap tindakan premanisme yang membubarkan diskusi dan unjuk rasa yang diadakan oleh masyarakat sipil.

Pembubaran pertama terjadi saat acara "Silaturahmi Kebangsaan Diaspora Bersama Tokoh dan Aktivis Nasional" yang diselenggarakan oleh Forum Tanah Air di Hotel Grand Kemang, Jakarta, pada Sabtu pagi (28/9/2024).

"Kebebasan berbicara dan berpendapat sebagai salah satu prinsip demokrasi yang telah dilindungi oleh konstitusi haruslah dihormati," kata Anies dalam akun sosial media X @aniesbaswedan.

Selain aksi premanisme dalam diskusi, Anies juga mengecam tindakan premanisme dalam aksi damai Global Climate Strike.

"Maka kita perlu mengecam aksi premanisme penuh kekerasan yang membubarkan: 1) diskusi diaspora dan 2) aksi damai Global Climate Strike, yang terjadi dalam hari berurutan," ucap dia.

Lebih jauh, Mantan Mendikbud itu juga mendukung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut hingga ke akarnya.

"Kita dukung penuh Pak Kapolri  @ListyoSigit beserta jajarannya agar bisa segera mengusut tuntas semua peristiswa ini. Tidak hanya terhadap para pelaku di lapangan, tapi juga otak di baliknya," terang dia.

Acara diskusi FTA tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh seperti Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun hingga mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsudin ini. Diskusi dibubarkan secara paksa oleh sekelompok orang tidak dikenal saat baru akan dimulai.

Sekelompok orang tak dikenal itu merusak properti seperti banner, hingga proyektor di atas mimbar diskusi.

Sementara aksi Global Climate Strike, yang diadakan di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/9) kemarin itu juga sempat bentrok. Massa kontra dari sejumlah orang tak dikenal disebut merampas alat properti aksi. (DV)

Komentar