Golkar Rencanakan Pertukaran Kader dengan Partai “Merah” Vietnam

Veridial
19 July 2024 11:38 WIB

Sender.co.id - Partai Golkar menerima kunjungan Partai Politik yang berkuasa di Vietnam. Pertemuan ini membahas kerja sama bilateral sesama partai politik yang selama ini sudah terjalin. Delegasi partai merah itu datang ke Partai Golkar membawa agenda peningkatan persahabatan dan kerja sama kedua partai.

Mereka diterima oleh Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk F Paulus didampingi Ketua DPP Partai Golkar bidang Luar Negeri, Dave Laksono bersama Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Bobby Rizaldi dan Dyah Roro Esti di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Kamis (18/7) .

Selain mendorong kerja sama antarpartai politik, Golkar juga mengundang mereka untuk hadir dalam acara konferensi partai politik dunia yang digelar Partai Golkar pada bulan September mendatang dalam rangkaian HUT ke-60 Partai Golkar.

“Tadi dalam pertemuan juga kami sampaikan langsung kepada utusan Vietnam untuk bisa hadir dalam acara konferensi partai politik dunia dalam rangkaian acara HUT ke-60 Partai Golkar. Alhamdulillah mereka (delegasi Vietnam) berjanji akan hadir,” kata Dave.

Sementara itu, terkait bursa kader, Anggota Komisi 1 DPR RI mengatakan, selama ini sudah ada bursa kader partai politik untuk belajar di beberapa partai politik di Asia Tenggara. Hal ini juga akan ditindaklajuti dengan Partai Vietnam.

“Kita punya Institut Golkar dan mereka (Vietnam) juga punya lembaga yang serupa. Kita sepakat akan melanjutkan program pertukaran para kader agar lebih mengetahui kebudayaan dan budaya, serta perkembangan pembangunan,” tandasnya.

Dikutip dari BBCNewsIndonesia, Vietnam dipandang sebagai pemain regional yang penting dalam eskalasi persaingan antara China dan AS dalam isu Laut China Selatan terkait klaim atas sejumlah pulau; dan Vietnam sebagai negara alternatif terbaik selain China untuk melakukan alihdaya manufaktur.

Tapi yang tidak berubah dari Vietnam adalah tangan besi yang digunakan Partai Komunis dalam mempertahankan kekuasaan dan mengendalikan segala bentuk ekspresi politik. Vietnam selama ini dikenal sebagai negara dengan satu partai yang kondisi politiknya stabil.

Oposisi tidak diberi ruang dalam politik. Para pembangkang sering kali dipenjara, dan tekanan dari pemerintah menjadi lebih kejam terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Keputusan politik di tingkat elit partai kerap dilindungi rahasia. (*)

 

Komentar