Gajah Liar Tewas di Way Kambas, Tim Dokter: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Veridial
07 October 2024 16:57 WIB

Sender.co.id - Kematian gajah liar di kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, kembali terjadi. Seekor gajah dewasa ditemukan tewas di wilayah Resort Toto Projo, Seksi Wilayah II Bungur, pada Minggu (6/10/2024), sekitar pukul 16.30 WIB.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik membenarkan peristiwa gajah mati di dalam hutan TNWK. Menurut Umi, gajah tersebut ditemukan tewas dalam posisi menyamping ke kiri. Ia mengatakan, petugas saat ini masih menyelidiki penyebab kematiannya.

"Dari hasil pemeriksaan awal ini tidak ditemukan luka-luka. Artinya tidak ada kekerasan yang sengaja dilakukan untuk membunuh gajah ini," kata Humas TNWK Sukatmoko, Senin (7/10/2024).

Meski begitu, Sukatmoko melanjutkan pihaknya akan melakukan proses Nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian pada gajah liar ini.

"Sampai dengan tadi malam tim masih berada di lokasi, tim akan melakukan pemeriksaan serta Nekropsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian gajah ini," tuturnya.
Dirinya menyampaikan Gajah Sumatera liar ini pertama kali ditemukan oleh tim yang kerap melakukan patroli di kawasan Taman Nasional Way Kambas.

"Itu diketahui kemarin sore, awalnya tim ini melakukan patroli dan melihat sosok gajah yang tergeletak. Kemudian didekati diketahui bahwa gajah ini dalam keadaan mati," ungkapnya.

Berangkat dari temuan ini, tim melaporkan ke Balai Taman Nasional Way Kambas sehingga diterjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan serta penyelidikan.
Kematian ini menambah panjang daftar gajah yang mati di kawasan TNWK dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan laporan, dua kasus kematian gajah sebelumnya terjadi dalam kurun waktu delapan bulan. Pada 24 Desember 2023, seekor gajah jantan bernama Dugul ditemukan mati di rawa dekat pusat latihan gajah (PLG) Way Kambas. Dugul dilaporkan dalam kondisi tubuh yang kurus sebelum kematiannya.

Selanjutnya, pada 29 Agustus 2024, seekor gajah betina bernama Bunga juga ditemukan mati di kawasan hutan yang sama.  Kematian satwa langka ini terus menjadi perhatian, terutama terkait upaya perlindungan dan pelestarian mereka di habitat alam liar. (VE)

 

Komentar