(Ilustrasi/istimewa)
Sender.co.id - Pengguna roda dua dipastikan tidak akan terkena dampak program pembatasan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang bakal diproyeksikan berlaku mulai Oktober 2024.
Legislator
Fraksi PPP Achmad Baidowi mengatakan program pembatasan BBM subsidi untuk
meminimalisir pemanfaatan kuota BBM subsidi yang dipakai oleh kelas menengah
dan atas.
"Supaya pembatasan BBM subsidi tepat sasaran, bahwa orang yang
berpenghasilan cukup itu tidak memanfaatkan kuota BBM subsidi," kata
Achmad Baidowi kepada wartawan, Jumat (13/9).
Selain itu, pria yang akrab disapa Awiek ini mengatakan pembatasan BBM subsidi
itu agar penggunaan energi fosil tidak berlebihan. Pasalnya, Indonesia saat ini
bakal memajukan energi baru terbarukan.
"Yang berikutnya pembatasan itu juga pengendalian penggunaan bbm kita
supaya tidak jor-joran karena kita nanti khawatir akan mengalami ketergantungan
pada energi fosil," tuturnya.
"Sementara, kapasitas energi fosil kita semakin sedikit. Semakin habislah.
Itu termasuk energi yang tidak diperbarukan kan. Lebih pada itu,"
sambungnya.
Ia menambahkan program pemerintah ini menyasar kepada masyarakat kecil seperti
driver ojol agar dapat memanfaatkan BBM bersubsidi.
"Mekanisme kompensasi lebih kepada masyarakat kecil masyarakat tidak mampu
itu juga harus diatur oleh pemerintah," katanya.
Menurutnya,
program pembatasan BBM subsidi bagus namun harus diawasi secara ketat oleh
pemerintah.
"Program ini baik tapi dari yang kemarin-kemarin pelaksanaannya itu sering
kali tidak sesuai dengan harapan. Tinggal nanti pengawasan dan pengetatan di
lapangan," tutupnya. (VE)
Komentar