BEM FISIP Unair Resmi Dibekukan Usai Buat Karangan Bunga Untuk Prabowo-Gibran

Diana Margarini
27 October 2024 13:40 WIB

Sender.co.id - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, resmi dibekukan Dekanat. Pembekuan organisasi mahasiswa tersebut diduga usai BEM membuat ucapan selamat bernada satir atas pelantikan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka melalui sebuah karangan bunga.

Berdasarkan pernyataan Presiden BEM FISIP Unair, Tuffahati Ullayyah Bachtiar, pihaknya mendapatkan surat elektronik (email) tentang pemberitahuan pembekuan BEM dari Dekanat pada Jumat (25/10/2024) sore.

"Karangan bunga tersebut adalah karya seni satir yang bertujuan untuk mengungkapkan ekspresi kekecewaan atas rentetan fenomena yang terjadi selama Pemilu 2024," ujar Tuffa saat diwawancara, pada Sabtu (26/10/2024).

Awalnya, karangan bunga tersebut ditempatkan di Taman Barat FISIP Unair pada Selasa (22/10/2024). Dalam karangan bunga tersebut, tertulis 'Selamat atas dilantiknya jenderal bengis pelanggar HAM dan Profesor IPK 2,3, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang lahir dari rahim haram konstitusi'.

Dalam karangan bunga tersebut terdapat foto Prabowo dengan keterangan 'Jenderal TNI Prabowo Subianto Djojohadikusumo (Ketua Tim Mawar)' dan foto Gibran dengan keterangan 'admin Fufufafa'.

Foto karangan bunga tersebut viral di media sosial, terutama di X (Twitter) dan TikTok. Masyarakat ramai merespon foto tersebut dengan pernayataan pro dan kontra. Namun, menurut Tuffa, mahasiswa memberikan dukungan penuh pada aksi tersebut.

Tuffa juga menjelaskan bahwa BEM FISIP mendapatkan surat pemanggilan dari Ketua Komisi Etik FISIP Unair dengan agenda klarifikasi karangan bunga tersebut pada Kamis (24/10) malam.

KemudianPada Jumat (25/10) pagi, Tuffa bersama Wakil dan Menteri Politik dan Kajian Strategis BEM FISIP Unair datang untuk memenuhi panggilan Komisi Etik Fakultas. Mereka memberikan keterangan soal karangan bunga itu.

Selesai menghadiri forum, pada hari yang sama pukul 16.13 WIB, BEM FISIP Unair mendapatkan surat melalui email dari Dekanat FISIP Unair yang isinya menyatakan BEM dibekukan. Surat bernomor 11048/TB/UN3.FISIP/KM.04/2024 tersebjut ditandatangani Dekan FISIP Unair Prof Bagong Suyonto.

Tuffa menegaskan BEM tidak akan menyerah meski aktivitas mereka dibekukan. Kabinetnya akan terus melanjutkan perjuangan sampai periode kepemimpinannya berakhir.

"Sampai berita acara ini dirilis, belum ada proses diskusi lebih lanjut dengan Dekan FISIP perihal surat pemberitahuan pembekuan BEM. Kami sepakat untuk tidak menyerah untuk memproses keadilan bagi seluruh fungsionaris dan tetap melanjutkan perjuangan sampai waktu demisioner yang telah ditentukan," ujarnya.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Dekan FISIP Unair Unair Prof Bagong Suyanto mengonfirmasi pembekuan itu. Namun, ia mengaku belum bisa berkomentar karena masih akan melakukan pertemuan dengan BEM FISIP pada Senin (28/10) nanti.

"Senin saja ya. Setelah saya bertemu BEM FISIP," kata Bagong.

Dalam surat yang dikeluarkan Dekanat FISIP Unair tersebut tertulis pertimbangan pembekuan itu karena penggunaan narasi dalam karangan bunga yang tidak sesuai dengan etika dan kultur akademik insan kampus.

Selain itu, pemasangan karangan bunga di halaman FISIP Unair dilakukan tanpa izin dan koordinasi dengan pimpinan fakultas.

Dekanat FISIP Unair pun memutuskan bahwa kepengurusan BEM FISIP Unair sejak Jumat dinyatakan sibekukan dan menunggu diterbitkan Surat Keputusan Dekan FISIP Unair selanjutnya. (DA)

Komentar