Gambar Anggur Muscat. (Foto: Pexels/Any Lane)
Sender.co.id -
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Otoritas Kompeten Keamanan Pangan
Daerah (OKKPD) melakukan uji cepat atau rapid test residu pestisida. Dari hasil
tersebut, Bapanas memastikan bahwa anggur Muscat yang beredar di Indonesia aman
dikonsumsi.
Rapid test tersebut dilakukan setelah otoritas
Thailand melaporkan temuan residu pestisida pada anggur Muscat pada akhir
Oktober 2024. "Hasil uji rapid test yang dilakukan oleh OKKP ini
menunjukkan bahwa anggur Muscat yang beredar saat ini aman dikonsumsi, karena
dari semua uji rapid tersebut dalam jumlah aman,β kata Plh Deputi
Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Yusra Egayanti dikutip
dari Antara, pada Kamis (31/10/2024).
Yusra mengungkapkan, rapid test terhadap anggur Muscat
dilakukan di hampir 100 titik kabupaten/kota di Indonesia.
Hasil tes pada anggur Muscat menunjukkan, 90 persen
negatif, namun terdapat 10 persen kandungan residu yang masih dalam jumlah
aman. Karena temuan residu tersebut terbilang minim, Bapanas menyatakan, anggur
Muscat masih aman untuk dikonsumsi.
Ia menjelaskan, pihaknya melakukan rapid test terhadap
anggur Muscat sebagai tindak lanjut dari arahan Kepala Bapanas Arief Prasetyo
Adi. Ia juga sempat berjanji akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait
pemberitaan di media mengenai anggur Muscat di Thailand.
"Sesuai arahan Kepala Badan Pangan Nasional
tersebut, kami akan terus memperkuat pengawasan terhadap keamanan produk pangan
segar yang beredar di masyarakat melalui sampling dan uji lab secara berkala,β
Kata Yusra.
Walaupun hasil tes meunjukan negatif, Yusra tetap
meminta masyarakat kebiasaan baik dengan memilih anggur yang memiliki izin edar
sebelum mengonsumsinya. Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk
mencuci anggur dengan air bersih dengan air mengalir sebelum memakannya.
Kepala Barantin Sahat M Panggabean mengatakan, anggur yang masuk ke Indonesia sudah diperiksa di laboratorium menggunakan x-ray. Selain itu, pihaknya juga memeriksa sertifikat dan hasil uji laboratorium yang dikirimkan importir dari negara asal ketika mengecek anggur yang masuk ke Tanah Air. Jika produk tidak sesuai standar keamanan, Barantin akan melakukan pemusnahan dan memberikan peringatan kepada importir.
βRata-rata hasil
pemeriksaannya itu sesuai harapan kita, bebas dari OPTK (organisme pengganggu
tumbuhan karantina) dan berbagai pencemar-pencemar lain,β ujarnya. (DA)
Komentar