Bapanas Lakukan Uji Rapid Test Residu Pestisida Anggur Muscat yang Beredar di Indonesia, Hasilnya Aman?

Diana Margarini
02 November 2024 13:22 WIB

Sender.co.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) melakukan uji cepat atau rapid test residu pestisida. Dari hasil tersebut, Bapanas memastikan bahwa anggur Muscat yang beredar di Indonesia aman dikonsumsi.

Rapid test tersebut dilakukan setelah otoritas Thailand melaporkan temuan residu pestisida pada anggur Muscat pada akhir Oktober 2024. "Hasil uji rapid test yang dilakukan oleh OKKP ini menunjukkan bahwa anggur Muscat yang beredar saat ini aman dikonsumsi, karena dari semua uji rapid tersebut dalam jumlah aman,” kata Plh Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Yusra Egayanti dikutip dari Antara, pada Kamis (31/10/2024).

Yusra mengungkapkan, rapid test terhadap anggur Muscat dilakukan di hampir 100 titik kabupaten/kota di Indonesia.

Hasil tes pada anggur Muscat menunjukkan, 90 persen negatif, namun terdapat 10 persen kandungan residu yang masih dalam jumlah aman. Karena temuan residu tersebut terbilang minim, Bapanas menyatakan, anggur Muscat masih aman untuk dikonsumsi.

Ia menjelaskan, pihaknya melakukan rapid test terhadap anggur Muscat sebagai tindak lanjut dari arahan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi. Ia juga sempat berjanji akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait pemberitaan di media mengenai anggur Muscat di Thailand.

"Sesuai arahan Kepala Badan Pangan Nasional tersebut, kami akan terus memperkuat pengawasan terhadap keamanan produk pangan segar yang beredar di masyarakat melalui sampling dan uji lab secara berkala,” Kata Yusra.

Walaupun hasil tes meunjukan negatif, Yusra tetap meminta masyarakat kebiasaan baik dengan memilih anggur yang memiliki izin edar sebelum mengonsumsinya. Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk mencuci anggur dengan air bersih dengan air mengalir sebelum memakannya.

Kepala Barantin Sahat M Panggabean mengatakan, anggur yang masuk ke Indonesia sudah diperiksa di laboratorium menggunakan x-ray. Selain itu, pihaknya juga memeriksa sertifikat dan hasil uji laboratorium yang dikirimkan importir dari negara asal ketika mengecek anggur yang masuk ke Tanah Air. Jika produk tidak sesuai standar keamanan, Barantin akan melakukan pemusnahan dan memberikan peringatan kepada importir.

β€œRata-rata hasil pemeriksaannya itu sesuai harapan kita, bebas dari OPTK (organisme pengganggu tumbuhan karantina) dan berbagai pencemar-pencemar lain,” ujarnya. (DA)

Komentar