(Ilustrasi/pngtree)
Sender.co.id - Impor gula terus menjadi sorotan
publik setelah Thomas Trikasih Lembong, mantan menteri perdagangan RI terseret
dalam kasus korupsi impor gula di Kementerian Perdagangan. Sejak tahun 2015,
kebijakan impor gula di Indonesia telah menjadi topik kontroversial.
Data dari National Sugar Summit (NSS) 2023 menunjukkan bahwa produksi gula di
Indonesia dalam 10 tahun terakhir mengalami stagnasi, bahkan cenderung menurun
dalam beberapa tahun. Produksi gula nasional hanya berada di kisaran 2,1 juta
hingga 2,5 juta ton per tahun, jauh dari kebutuhan konsumsi gula nasional yang
terus meningkat.
Direktur Utama ID Food, Frans Marganda Tambunan, dalam pembukaan acara National
Sugar Summit (NSS) 2023 di Jakarta pada Rabu, 13 Desember 2023 lalu, mengatakan
bahwa selama 10 tahun terakhir, rata-rata produksi gula nasional mengalami
penurunan, sementara konsumsi meningkat setiap tahun.
"Produksi gula turun sebesar 1,16 persen. Hal ini berbanding terbalik
dengan pertumbuhan luas areal yang meningkat sebesar 7,4 persen, juga rendemen
yang hanya meningkat 0,19 persen," ungkapnya.
Namun, impor gula justru mengalami peningkatan yang cukup signifikan meskipun
produksi dan konsumsi gula tidak mengalami perubahan besar. Sejak 2014, impor
gula mencapai 2,9 juta ton dan terus bertambah, dengan puncaknya pada 2022
mencapai 6 juta ton.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa impor gula sepanjang 2014
hingga 2024 telah mencapai lebih dari 44,43 juta ton.
Rinciannya; pada 2014 sebanyak 2,93 juta ton; 2015 sebesar 3,37 juta ton; 2016
sebanyak 4,75 juta ton; 2017 mencapai 4,48 juta ton; 2018 sebesar 5,03 juta
ton; dan 2019 mencapai 4,09 juta ton.
Selanjutnya, pada 2020 tercatat impor sebesar 5,54 juta ton; 2021 sebesar 5,48
juta ton; 2022 mencapai 6 juta ton; 2023 sebesar 5,07 juta ton; dan pada 2024
mencapai 3,66 juta ton hingga bulan September.
Data dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) juga menunjukkan bahwa
pada Mei 2024, Indonesia menempati posisi pertama dalam daftar pengimpor gula
terbesar di dunia dengan volume impor sebesar 5,550 juta ton, melampaui
negara-negara lain seperti China, India, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.
Proses impor gula di Indonesia terus berjalan meski terjadi pergantian menteri
perdagangan. Sebagai catatan, impor gula harus melalui persetujuan dari Menteri
Perdagangan yang memberikan surat persetujuan impor.
Dalam periode 2014 hingga 2024, terdapat enam menteri perdagangan yang
menjabat, yakni Rachmat Gobel (Oktober 2014 - Agustus 2015), Tom Lembong
(Agustus 2015 - Juli 2016), Enggartiasto Lukita (Juli 2016 - Oktober 2019),
Agus Suparmanto (Oktober 2019 - Desember 2020), Muhammad Luthfi (Desember 2020
- Juni 2022), dan Zulkifli Hasan (Juni 2022 - Oktober 2024).
Aktivis
senior, Muhammad Said Didu turut mengomentari kasus ini dengan mendesak
penyelidikan terhadap semua pihak yang berpotensi terlibat dalam korupsi impor
gula.
"Kita berikan dukungan kepada Kejaksaan Agung untuk membongkar korupsi
impor gula selama ini. Berharap semua pihak yang terlibat permainan impor gula
diselidiki, bukan tebang pilih," tulis Said Didu melalui akun X miliknya.
(VE)
Komentar